Petir bergelayut, mengayun-ayun di langit gelap. Kilatannya menyorot laksana lampu kamera yang selalu berusaha meneropongnya dari kejauhan. Demi mengabadikan momen yang tak pernah ia harapkan. Persis dengan perubahan yang terjadi setahun belakangan ini pada dirinya. Hatinya berubah dingin. Sedingin udara yang berebut menyentuh kulit mulusnya. Beku dan belum juga dapat mencair. Masa lalu itu tampaknya tak pernah bosan bermain-main di kepalanya. Menghancurkan berbagai presepsi positif yang pernah ia buat.
Sabtu, 16 Oktober 2010
HUJAN DALAM SECANGKIR KOPI
Petir bergelayut, mengayun-ayun di langit gelap. Kilatannya menyorot laksana lampu kamera yang selalu berusaha meneropongnya dari kejauhan. Demi mengabadikan momen yang tak pernah ia harapkan. Persis dengan perubahan yang terjadi setahun belakangan ini pada dirinya. Hatinya berubah dingin. Sedingin udara yang berebut menyentuh kulit mulusnya. Beku dan belum juga dapat mencair. Masa lalu itu tampaknya tak pernah bosan bermain-main di kepalanya. Menghancurkan berbagai presepsi positif yang pernah ia buat.
Categories
imajinasi dan fiksi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar